apa karena cahaya
dari ponsel ini?
“Ah, lowbattrei” Ucapku
dengan kesal
kuletakkan benda
teknologi itu pada meja
dan kutemukan
buku tebal di atas meja
“Tak ada salahnya
jika aku membaca sebentar”
Kuambil dan
kubuka halaman pertama
kubaca satu
persatu setiap kata
setiap kalimat,
setiap paragraf
seolah buku ini
membawaku pada kisah-kisah buku ini
buku ini terus
mengajakku untuk terus membaca
membaca, membaca,
membaca, membaca, dan membaca
Apakah waktu
memang secepat itu?
tak sampai
beberapa jam, aku telah menyelesaikan buku itu
yang bahkan
tebalnya hampir sama dengan buka matematika
seperti aku
mendengar buku itu berkata. “Bagus, teruslah membaca!”
kutatap buku itu
larut-larut. “Terima kasih”
tak salah,
ternyata semenjak membaca mata merahku ini kembali semula
Sidoarjo, 2026
.jpg)
josjhiss
BalasHapus