Senin, 02 Maret 2026

BUKU MENJADI OBAT

Mata memerah menandakan lelah dan marah

apa karena cahaya dari ponsel ini?

“Ah, lowbattrei” Ucapku dengan kesal

kuletakkan benda teknologi itu pada meja

dan kutemukan buku tebal di atas meja

“Tak ada salahnya jika aku membaca sebentar”

 

Kuambil dan kubuka halaman pertama

kubaca satu persatu setiap kata

setiap kalimat, setiap paragraf

seolah buku ini membawaku pada kisah-kisah buku ini

buku ini terus mengajakku untuk terus membaca

membaca, membaca, membaca, membaca, dan membaca

 

Apakah waktu memang secepat itu?

tak sampai beberapa jam, aku telah menyelesaikan buku itu

yang bahkan tebalnya hampir sama dengan buka matematika

seperti aku mendengar buku itu berkata. “Bagus, teruslah membaca!”

kutatap buku itu larut-larut. “Terima kasih”

tak salah, ternyata semenjak membaca mata merahku ini kembali semula



Sidoarjo, 2026


1 komentar:

KEMBALI

Kusiapkan hatiku, untuk kembali kesana Enggan rasanya meninggalkan rumah, kasur, ponsel Makanan yang bisa kumakan setiap hari, sekarang ...